#Selamat Datang Di Web Resmi Kemenag Maros, Melayani Umat Lebih Dekat#Zona Integritas Bebas Korupsi, Tolak Pungli dan Gratifikasi

Lama Numpang, KUA Maros Baru Akhirnya Resmi Menempati Kantor Baru

Ungkapan rasa syukur kehadirat Ilahi Rabbi dan ucapan terima kasih kepada unsur pimpinan Kemenag menjadi kalimat pembuka dalam laporan yang disampaikan kepala KUA Kecamatan Maros Baru Kab. Maros Abdul Rahim Assegaf, S.Hi dalam acara peresmian gedung Kantor Urusan Agama Kecamatan Maros Baru, Selasa 6 Januari 2015 di Satanggi Maros Baru. Abdul Rahim menyampaikan bahwa sekian lama KUA Maros Baru tidak memiliki kantor dan hanya menumpang sementara kemudian berpindah dari satu tempat ke tempat lain. Termasuk rujab Kasubag TU Kemenag Maros disulap menjadi kantor atas ijin Kasubag, aset tersebut ditempat hingga akhirnya memiliki kantor permanen. Atas semua itu, Abdul Rahim menyampaikan terima kasih dan secara khusus kepada Kakanwil Kemenag Sulsel yang memberi prioritas dan dukungan pada pembangunan kantor tersebut hingga rampung seperti saat ini.

Pembangunan kantor KUA Maros Baru menelan biaya sekitar 1,1 milyar rupiah dengan masa pembangunan kurang lebih 100 hari. Kasubag Tata Usaha Kemenag Maros H.Muhammad Sunusi, S.Ag yang memberi sambutan mewakili Kakan Kemenag menyampaikan bahwa dengan kantor baru diharapkan mampu meningkatkan pelayanan kepada masyarakat. Kasubag TU mengingatkan sejarah KUA Maros baru sehingga bisa sampai seperti sekarang ini tentu penuh dengan perjuangan. Dalam ungkapan Kasubag TU "seperti doanya orang yang terzhalimi".

Peresmian gedung KUA Maros Baru ditandai dengan penandatangan prasasti dan pengguntingan pita oleh Kakanwil Kemenag Sulsel Drs.H.M.Gazali Suyuti, M.Hi. Dalam sambutannya Kakanwil menyampaikan rasa syukur karena bisa hadir di kecamatan yang tidak asing lagi baginya. Kakanwil mengungkapkan pengalamannya sekitar tahun 80-an mulai dari KKN sampai PNS di kecamtan yang dulu masih bernama lau. Kakanwil bisa bercerita dengan lancar dan menyebut nama-nama tokoh masyarakat waktu itu termasuk nama tempat yang masih segar dalam ingatannya karena memiliki kesan yang kuat. Selanjutnya Kakanwil mengingatkan seluruh jajaran Kemenag agar meningkatkan pelayanannya kepada masyarakat. Baginya, kantor tersebut adalah hak setiap warga untuk masuk dan dilayani tanpa memandang lagi seragamnya. Kepada para tokoh masyarakat, Kakanwil mengingatkan kembali agar mendukung dan membantu dan bekerja sama dengan KUA termasuk menggunakan KUA sebagai tempat akad nikah karena bebas biaya. Sebelum menutup sambutannya, Kakanwil tampak serius berpesan kepada hadirin dalam ungkapan bahasa bugis yang maknanya, agar kita mendahului menegur dan memaafkan orang lain karena tidak ada kerugian dan kehilangan bagi orang yang melakukannya. Acara berakhir tepat pukul 12.00 setelah santap siang bersama.