Selamat Datang di Website Kemenag Maros, Zona Integritas Bebas Dari Korupsi dan Gratifikasi. Melayani Lebih Dekat

Soal Sertifikat Istito`ah Calon Jamaah Haji, Begini Penjelasan Dinkes Maros

Kakan Kemenag Maros secara mendadak hari ini, Rabu 18/04/18 pukul 09.00 wita memfasilitasi pertemuan antara CJH dengan Dinas Kesehatan Kab. Maros untuk memberikan penjelasan tentang sertifikat istito`ah yang menjadi syarat pelunasan Biaya Penyelenggaraan Ibadah Haji (BPIH) yang telah dimulai sejak Senin, 16 April hingga 4 Mei Mendatang. Penjelasan dari Dinkes ini penting secara dini agar tidak terjadi kesimpangsiuran informasi karena tahun ini sertifikat istito`ah menjadi syarat pelunasan BPIH. Calon Jamaah Haji (CJH) yang datang untuk melunasi setoran BPIH diminta masuk ke Aula Kemenag lama mengikuti arahan dari Dinas Kesehatan Kab. Maros.

Kakan Kemenag Maros Drs.H. Syamsuddin, M.Ag saat memandu pertemuan mengingatkan jamaah bahwa Kemenag bukan satu-satunya lembaga yang menangani urusan haji ini. Akan tetapi lintas Kementerian dan lembaga seperti Kesehatan, Perhubungan, Kemendagri, Deplu, Imigrasi dan perbankan. Ini tentu membutuhkan koordinasi antar lembaga dan tidak bisa berjalan sendiri-sendiri. Karena melibatkan berbagai sektor terkait, maka dirinya meminta kepada CJH agar sabar dalam mengurus berbagai dokumen, sabar dalam pengertian mengikuti proses dan regulasi yang ada termasuk pemeriksaan kesehatan dan leading sektornya adalah Dinas Kesehatan Maros. "Saya berkomitmen untuk memberikan yang terbaik kepada jamaah. Karena kalau bapak ibu mendapat haji mabrur maka sayapun mendapat pahalanya. Saya minta agar sabar, karena sabar itu adalah modal utama. "Kalau bapak ibu tidak bisa sabar sejak disini, apalagi disana nanti. Disana bukan kampung kita, suhu panas mencapai 40 derajat, maka dibutuhkan kesabaran. Karena sabar adalah modal utama. Dan untuk urusan kesehatan leading sektornya adalah dinas kesehatan", ungkap Kakan Kemenag Maros.

Kasie P2 PTM dan Keswa Dinas Kesehatan Kab. Maros, Hj. Rusnah, mengingatkan CJH tentang implementasi Permenkes No.15 Tahun 2016 yang tahun ini sangat ketat, berbeda dengan tahun sebelumnya. Tahun lalu jamaah masih diperiksa di embarkasi, namun tahun ini sudah di kabupaten harus selesai. Sehingga kalau ada jamaah yang tidak memenuhi syarat kesehatan maka sejak dikabupaten memang sudah dipastikan tidak berangkat. Bahkan untuk persyaratan pelunasan diperlukan sertifikat istito`ah sebagai syarat bahwa CJH yang bersangkutan sehat dan mampu. Jika tidak maka tidak bisa melakukan pelunasan. Hj. Rusnah menjelaskan bahwa antara Kemenkes dengan pihak perbankan sudah terkoneksi secara online, sehingga data kesehatan CJH langsung diinput ke server dan terbaca langsung di sistem perbankan. "Jadi kalau petugas kami sudah menginput, maka secara online terkoneksi dan terbaca di sistem bank penerima setoran haji. Jadi meskipun bapak ibu belum mendapatkan sertifikatnya karena kendala teknis seperti jarak tempat tinggal yang jauh, maka datang langsung saja ke bank, data bapak ibu sudah terbaca di bank, paling lambat hari Kamis semua data sudah terinput". Kasie P2 PTM ini juga memberikan pemahaman kepada jamaah yang bertanya mengapa ada pasangan yang sama sama memeriksa kesehatan tetapi hasilnya tidak bersamaan keluar. Hj. Rusnah menjelaskan bahwa pemeriksaan memang bisa saja bersamaan akan tetapi potensi penyakit seseorang berbeda. Sehingga orang yang sehat maka tentu berkasnya cepat kembali ke dinas kesehatan untuk diinput di server. Sementara bagi yang berpotensi penyakit atau ada salah satu unsur kesehatan yang perlu didiagnosa lebih jauh oleh dokter ahli akan membutuhkan waktu lebih lama.

Pertemuan ini mendapatkan respon yang baik dari jamaah yang hadiri untuk melunasi BPIH. Ini terlihat dari antusias CJH bertanya dan konsultasi meskipun acara sudah ditutup. Aula Kemenag lama yang terletak di Jl. Jenderal Sudirman No. 20 Maros ini juga difungsikan sebagai kantor seksi PHU Kemenag Maros Siskohat Kab. Maros. Kakan Kemenag telah berkoordinasi dengan beberapa bank penerima setoran agar petugas bank penerima setoran standby di Aula Kemenag untuk memudahkan jamaah.