Selamat Datang di Website Kemenag Maros, Zona Integritas Bebas Dari Korupsi dan Gratifikasi. Melayani Lebih Dekat

Gelar Manasik Haji Terpadu, Kemenag Maros Gandeng Dinas Kesehatan

Kementerian Agama Kabupaten Maros bersama dengan Dinas Kesehatan Kabupaten Maros menggelar kegiatan Manasik Haji Terpadu Tingkat Kabupaten Maros bertempat di ruang pola Kantor Bupati Maros (Senin, 02/07). Manasik terpadu ini dihadiri sebanyak 313 calon jamaah haji dibuka oleh Wakil Bupati Maros H.A. Harmil Mattotorang mewakili Bupati Maros Hatta Rahman. Pembukaan dihadiri oleh Ketua DPRD Maros, Unsur Polres, Kakan Kemenag Maros, Dandim 1422 Maros, Dinas Perhubungan, Ketua MUI, Kasubag TU Kemenag dan Kepala Seksi, Kabag Sosial Pemda Maros, Kepala KUA se-Kab. Maros dan Petugas TPHI Kloter 14 serta wakil dari Bank Penerima Setoran BPIH.

Mengawali laporan panitia, Kakan Kemenag Maros Drs.H. Syamsuddin, M.Ag menyampaikan rasa syukur dan bahagia atas kehadiran calon jamaah haji dalam keadaan sehat wal afiat. Manasik tahun ini berbeda dengan tahun sebelumnya karena baru pertama kali ini manasik diselenggarakan terpadu selama 4 hari dengan menggandeng Dinas Kesehatan Kabupaten Maros. Sehingga jadwal manasik dialokasikan 2 hari untuk manasik materi kaifiyyah ibadah haji dan 2 hari materi kesehatan jamaah haji. Dengan penyelenggaraan terpadu ini diharapkan terjalin sinergitas, satu warna untuk pelayanan jamaah. Menurut kakan Kemenag yang sudah menjabat selama 5 tahun ini, undang undang haji telah mengamanahkan kepada pemerintah untuk melaksanakan pembinaan, pelayanan dan perlindunganan. Termasuk hari ini adalah manasik, bagian dari pembinaan. Begitu juga pelayanan mulai pendaftaran sampai pemulangan jamaah ke tanah air. Jumlah jamaah haji tahun ini untuk kabupaten Maros sebanyak 313 orang di tambah 1 TPHD dan Mutasi sehingga total 315 jamaah. Ditambahkannya, usia tertua jamaah haji Maros berumur 89 tahun an. Dg. Lanre, sementara yang termuda berumur 20 tahun. Untuk jumlah daftar antrian pendaftar haji kabupaten Maros telah mencapai 9308 orang dengan waktu antri selama 30 tahun. Diakhir laporannya, Kakan Kemenag meminta kepada para peserta manasik agar mengikuti secara penuh manasik ini selama 4 hari. Dan selanjutnya bersiap-siap manasik tingkat kecamatan yang berlangsung selama 8 hari.

Harmil Mattotorang mewakili Bupati Maros menyampaikan pesan Bupati Maros Hatta Rahman agar jamaah senantiasa bersyukur atas panggilan berangkat haji tahun ini. Rasa syukur ini diwujudkan dalam bentuk menjalankan ibadah haji dengan baik dan benar serta ikhlas. Salah satu jalannya untuk mencapai itu adalah dengan mengikuti manasik haji. H.A. Harmil Mattotorang yang membacakan sambutan tertulis Bupati Maros mengingatkan kepada jamaah, terlebih bagi mereka yang baru pertama kali ke tanah suci agar mempersiapkan kesehatan fisik dengan sebaik-baiknya mulai dari sekarang sehingga semua ritul haji bisa dilaksanakan dan menjadi haji mabrur. Dengan manasik lanjut Harmil Mattotorang, calon jamaah mengetahui apa rukun, syarat, wajib dan sunnah dari haji, apa yang boleh dan tidak boleh dilakukan selama berhaji. Manasik memberikan pemahaman tujuan keberangkatan ke tanah suci sehingga penting untuk mengikuti dengan sungguh-sungguh agar pahala haji dan haji mabrur dapat diraih. Semua itu tidak dapat diraih kecuali paham hukum dan dilaksanakan dengan ikhlas, niat yang lurus karena Allah SWT bukan karena status sosial. Ibadah haji membutuhkan kondisi tubuh yang prima, diharapakan mulai saat ini menjaga kesehatan dengan rutin berolahraga. Terakhir, pengetahuan kondisi alam Arab Saudi seperti suhu dan cuaca juga penting untuk membantu jamaah lebih mudah menjaga kesehatan.

Setelah pembukaan selesai, sesi rehat diisi dengan perkenalan jamaah dengan petugas haji baik dari tim kesehatan yakni dokter dan perawat dan  TPHD serta TPHI. Jamaah haji Maros terbagi dalam 2 kloter yakni kloter 14 dan kloter 33. Kloter 14 dijadwalkan berangkat ke tanah suci tanggal 25 juli mendatang.