Selamat Datang di Website Kemenag Maros, Zona Integritas Bebas Dari Korupsi dan Gratifikasi. Melayani Lebih Dekat

Begini Akhlakul Karimah Di Tanah Suci Mekkah Saat Berhaji


Kasubag Tata Usaha Kemenag Kab. Maros H.Muhammad Sunusi, S.Ag menguraikan bagaimana akhlakul karimah yang wajib ditampilkan oleh jamaah haji ketika melaksanakan ibadah haji di tanah suci. Materi ini disampaikan dihadapan 314 calon jamaah haji ketika menjadi narasumber Manasik Haji Terpadu (Kamis, 06/07) di ruang pola Kantor Bupati Maros. Mengawali Materinya, H.Muhammad Sunusi, S.Ag melemparkan pertanyaan kepada peserta manasik untuk  apa berangkat ke tanah suci. Secara spontan peserta bergantian menyampaikan jawaban tetapi masih dianggap belum tepat oleh narasumber, akhirnya membuat riuh peserta manasik. Narasumber akhirnya menyampaikan bahwa tujuan berangkat ke tanah suci adalah untuk memenuhi panggilan Allah SWT mengunjungi haramain untuk melaksanakan ibadah haji.

Menurutnya, untuk meraih haji mabrur para jamaah harus menampilkan akhlakul karimah di tanah suci. Di tanah suci pasti akan bertemu dengan lautan manusia minimal 3 juta orang akan tumpah ruah dengan berbagai adat istiadat dan latar belakang yang berbeda-beda. Kalau tidak dibarengi dengan akhlakul karimah maka jamaah akan sulit menjalankan secara sempurna proses ibadah haji. Diantara akhlakul karimah di tanah suci adalah yang pertama tidak berbuat musyrik, kedua bersikap Ikhlas dan ketiga bersikap sabar. Tiga akhlak inilah yanag diuraikan secara gamblang. Mengingat para peserta adalah orang makassar, akhirnya penjelasan dengan bahasa "rasa makassar" lebih pas mengungkapkan implementasi akhlakul karimah ini dibarengi dengan pengalaman saat penjadi petugas haji.

Banyak keyakinan yang dibawa oleh jamaah ke tanah suci yang bertentangan dengan aqidah islam. Keyakinan yang mengantarkan kepada kemusyrikan harus ditanggalkan semua sebelum berangkat ke tanah suci karena akan mendapatkan "kesulitan" disana seperti membawa jimat-jimat atau bahkan berkeyakinan untuk membawa pulang sebagian dari benda-benda seperti batu dan lain-lain yang ada di Mekkah. H.Muhammad Sunusi mengingatkan jamaah agar banyak beribadah shalat dan berdoa serta dzikir di tempat-tempat yang mustajabah. Jamaah juga diingatkan  ketika pulang dari tanah suci nanti para haji akan menjadi panutan di tengah masyarakat. Oleh karena itu harus menampilkan perilaku dan akhlak yang baik. "Haji itu menjadi penilaian masyarakat, kalau tidak rajinki shalat maka orang akan berkata itu saja sudah haji juga tidak shalat. Maka sikap kita akan menjadi pembenaran bagi orang yang tidak mau shalat. Karena itu jagaki shalat lima waktuta", pesannya. Bagi mereka yang belum berangkat, agar jangan mengecilkan peran Allah SWT bahwa ada Allah yang mengatur dan menentukan apakah kita berangkat atau tidak. Jika Allah sudah berkehendak maka kaya dan miskin bukan perkara karena betapa banyak orang miskin mungkin pemulung atau tukang sapu bisa menunaikan ibadah haji, sementara betapa banyak orang yang berkelebihan harta belum menunaikan aibadah haji.