Selamat Datang di Website Kemenag Maros

Menuju Embarkasi, Begini Persiapan Calon Jamaah Haji Maros Hadapi Cuaca Panas Makkah


Musim haji tahun ini bertepatan dengan cuaca panas di Saudi Arabia termasuk dua kota suci Makkah dan Madinah. Jamaah haji Indonesia termasuk jamaah haji Kabupaten Maros dituntut untuk mempersiapkan diri menghadapi cuaca ini karena suhu yang lebih panas dari suhu di Indonesia. Dengan persiapan yang memadai kesehatan calon jamaah haji tetap terjaga sehingga jamaah bisa fokus melaksanakan seluruh rangkaian ibadah haji tanpa terganggu dengan dampak cuaca panas selama musim haji tahun ini. Mengantisipasi hal tersebut, pemerintah daerah Kabupaten Maros membekali jamaah hajinya dengan beberapa perlengkapan diantaranya topi, cream kulit vaseline, kanebo, kantong untuk sandal dan syal sebagai penanda asal daerah.

Dampak yang akan timbul bagi jamaah yang tidak terbiasa dengan suhu panas ini adalah dehidrasi atau kekurangan cairan karena kelembaban tinggi ditambah lagi dengan aktivitas fisik yang menguras energi. Kalau tidak diantisipasi kemungkinan daya tahan tubuh menurun karena kekurangan cairan, kalau ini terjadi tentu saja proses ibadah haji akan terganggu. Untuk itulah, pemerintah daerah membekali jamaah perlengkapan untuk melindungi dari panas dan ini dibagi secara cuma cuma. Kanebo atau kain lap yang menyerap air dianggap bisa menyimpan air bisa digunakan jamaah untuk membasahi kepala, kanebo ini dianggap lebih bertahan dari handuk.

Calon Jamaah Haji Kabupaten Maros sebanyak 180 orang yang tergabung dalam kloter 14 meninggalkan aula Al Markaz Maros menuju ke Asrama Haji Sudiang pada Rabau, 25/07 pukul 20.00 wita. Sebelum diberangkatkan, panitia melakukan pengecekan kelengkapan administrasi, pemasangan gelang resiko tinggi dan pembagian nasi kotak. Sepanjang persiapan ini panitia mengajak jamaah mengumandangkan talbiah. Hadir dalam pelepasan ini ketua DPRD Maros, Kakan Kemenag Maros dan jajarannya, Ketua MUI, Kepala Bidang Sosial Keagamaan Pemkab Maros.