Selamat Datang di Website Kemenag Maros, Zona Integritas Bebas Dari Korupsi dan Gratifikasi. Melayani Lebih Dekat

Rakor FKUB Maros : Ciptakan Suasana Kondusif dan Aman

Maros (Humas). Kementerian Agama Kantor Kab. Maros menggelar rapat koordinasi kerukunan umat beragama, Kamis, 19 Desember 2013 di Aula lama Kemenag jl. Jenderal Sudirman, Maros. Kegiatan ini dihadiri  berbagai unsur lembaga keagamaan tingkat Kab. Maros seperti MUI, Muhammadiyah, Nahdlatul Ulama, Forum Kerukunan Umat beragama, Kepala KUA Kecamatan, Ketua Umat Katolik, Dewan Masjid Indonesia, Darud Dawah wal Irsyad (DDI), Pendeta Jemaat Baji Pamai dan Kesbangpol. Hadir sebagai narasumber  yakni Kepala Kesbangpol Maros, A. Bustam Makkulawu dan Kepala Kemenag Kab. Maros, Drs. H. Syamsuddin, M.Ag

Dalam sesi paparan, A. Bustam mengawali dengan menekankan pentingnya pertemuan seperti ini  untuk membangun kedekatan di antara tokoh umat. Dengan terciptanya kedekatan dan keakraban maka potensi konflik ditengah umat bisa diredam. A.Bustam juga mengingatkan pada bulan Desember ini ada beberapa agenda keagamaan seperti natal dan tahun baru. Untuk itu pemerintah bersama tokoh agama perlu koordinasi dan berbagi informasi sebagai bagian dari kesiapan menyambut agenda tersebut. A. Bustam menilai, bahwa keuntungan Kab. Maros saat ini karena hampir 90% penduduknya masih asli Maros sehingga pendekatan kekeluargaan masih diutamakan. Hasilnya, konflik di Maros relatif kecil dibanding dengan daerah yang sudah banyak pendatangnya seperti Makassar.

Sementara itu, Kasubag TU Kemenag Maros, Muhammad Sunusi bersyukur keadaan di Maros relatif aman. Namun tentu harus tetap waspada terhadap potensi konflik. Apalagi jika ranah konflik ditarik ke isu Sara maka pasti meletup jika tidak diantisipasi dari awal. Dalam sesi dialog, tanggapan dari peserta umumnya menginginkan agar keadaan Maros ini kondusif. Seperti yang disampaikan oleh Ketua MUI Kab. Maros, Syamsul Khalik. Beliau menyarankan agar para khatib jumat di bulan Desember ini mengangkat pentingnya arti kerukunan sebagai tema khutbah. Disamping itu perlu kepekaan semua pihak untuk memantau lingkungan sekitar seperti warung-warung pinggir jalan karena tempat seperti ini rawan terjadi konflik.