#Selamat Datang Di Web Resmi Kemenag Maros, Melayani Umat Lebih Dekat#Zona Integritas Bebas Korupsi, Tolak Pungli dan Gratifikasi

AGH Prof.Dr. Farid Wajdi di Hari Amal Bakti Kemenag Maros : Antara Jihad dan Terorisme

Ramah tamah  yang  digelar dalam  rangkaian peringatan Hari Amal Bakti Ke 68 Kemenag Kab. Maros, Jumat 3 Januari 2014 diisi dengan tausiyah yang dibawakan oleh AGH. Prof. Dr. Farid Wajdi yang mengangkat tema : Makna Jihad Fisabilillah Menurut Islam. Dihadapan sekitar 250 peserta yang memadati aula Al Markaz Al Islamiy Maros,  Beliau menyampaikan latar belakang pemilihan tema ini. Pada pergantian tahun 2013 lalu, kita menyaksikan berita terorisme. Tentu hal ini tidak boleh terjadi lagi, terutama di negeri kita ini dan terkhusus di Kabupaten Maros. Menurut pengamatan Beliau, ada kekerasan yang mengatasnamakan jihad

Dalam uraiannya, AGH Prof. Dr. Farid Wajdi menerangkan pentingnya memahami makna jihad yang sebenarnya dan kepada siapa jihad ditujukan,  yakni tentu menurut Al-Quran dan Sunnah Rasulullah Saw dalam berbagai haditsnya. Beliau membagi pengertian jihad dalam dua bagian yakni pengertian jihad dalam makna khusus atau sempit dan pengertian jihad dalam makna umum atau luas. Umumnya makna jihad dalam pengertian khusus yakni peperangan ditemukan didalam Al-Quran. Tidak kurang dari 30 ayat yang memberikan janji syurga bagi siapa yang ber”bisnis” dengan Allah dengan balasan syurga.  Ayat seperti inilah yang dipahami oleh orang-orang dengan pengertian peperangan terhadap orang-orang yang memusuhi Islam.

Sementara jihad dalam makna luas banyak ditemukan dalam hadits Rasulullah Saw. Salah satunya ketika Nabi Saw bertanya kepada Sahabat siapa itu syuhada. Serentak Mereka menjawab “mereka yang terbunuh di jalan Allah”. Kemudian Nabi Saw menjelaskan bahwa orang yang terbunuh itu syahid, orang yang mati dalam perjuangan menegakkan kalimat Allah meskipun tidak terbunuh juga syahid, dan yang meninggal di dalam perut ibunya juga syahid. Inilah hadits yang menurut beliau memberikan keluasan makna terhadap jihad fisabilillah

Selanjutnya kepada siapa jihad itu dilangsungkan, beliau menjelaskan bahwa Islam telah menetapkan secara terperinci. Orang yang tidak beriman kepada Muhammad Saw adalah kafir. Tetapi kafir ini terbagi lagi menjai kafir mu`ahad dan harbi. Kafir muahad diantaranya adalah dzimmiy dan musta`man. Dzimmy artinya orang yang terikat perjanjian dengan Negara muslim sementara musta`man adalah orang yang meminta suaka dari luar  Negara kaum muslimin. Kafir muahad ini wajib dilindungi dan tidak boleh disakiti. Beliau menyebutkan hadits Nabi Saw yang menyatakan siapa yang menyakiti kafir dzimmiy, maka Aku yang akan menuntutnya langsung di hari kiamat.

Berkaitan dengan peperangan kepada yang memusuhi Islam yakni kafir harbi,  Beliaupun menjelaskan bahwa itu ada aturannya. Yakni jangan melampaui batas karena Allah tidak menyukai siapa yang melampaui batas. Maksudnya jangan memerangi orang yang tidak memerangi kamu. Dan memerangi orang yang memerangi kitapun ada aturannya yang harus dipatuhi  seperti tidak boleh membunuh anak-anak, perempuan dan orang tua. Di akhir tausiyah, Beliau menutup dengan membacakan doa yang diaminkan oleh peserta.