#Selamat Datang Di Web Resmi Kemenag Maros, Melayani Umat Lebih Dekat#Zona Integritas Bebas Korupsi, Tolak Pungli dan Gratifikasi

Kepala Kemenag Kab. Maros : "Jangan Cuma Tuntut Hak Tapi Kewajiban Dilalaikan"


Kepala Kementerian Agama Kantor Kab.Maros Drs. Syamsuddin, M.Ag memberikan sambutan pada peringatan Maulid Nabi Muhammad Saw yang dilaksanakan di halaman Kantor Kemenag Maros. Di depan para tamu, undangan dan hadirin, Drs. Syamsuddin, M.Ag menyampaikan kebahagiaannya kegiatan ini bisa terlaksana. Menurutnya, kegiatan peringatan maulid ini setiap tahunnya memang diakhirkan karena mengutamakan pelayanan kepada ummat yang melaksanakan lebih dulu. Karena pada umumnya pegawai kemenag adalah muballig, jadi memenuhi undangan masyarakat memberi ceramah hikmah maulid lebih diprioritaskan sebagai pelayan ummat.

Ada beberapa poin penting yang disampaikan oleh Drs. Syamsuddin, M.Ag. Pertama, pembayaran guru sertifikasi PAIS yang tertunda sudah tertanggulangi. Sekitar 180 lebih guru sudah dibayarkan tunjangan sertifikasinya yang mencapai jumlah sekitar 3 Milyar rupiah. Meskipun masih ada yang belum dibayarkan, itu semata-mata karena guru yang bersangkutan belum memenuhi persayaratan administratif. Syamsuddin meminta para guru agar menghilangkan sifat curiga dan tuduhan seakan akan dana tersebut sengaja diendapkan.

Kedua, Drs. Syamsuddin, M.Ag menjamin bahwa pelayanan pengurusan nikah di KUA akan berjalan sebagaimana mestinya. "Tidak akan ada mogok kerja. Mereka akan melayani 24 jam", tegasnya. Beliau menjelaskan bahwa menurut perundang-undangan, pungutan 30 ribu rupiah adalah untuk pencatatan nikah yang dilakukan dilingkungan kantor pada saat jam kerja. Pembantu pencatat nikah PPN seperti imam desa siap bekerja 24 jam untuk melayani masyarakat.

Ketiga, adanya pertanyaan yang muncul di masyarakat bahwa pendaftaran haji sudah ditutup. Beliau menegaskan agar masyarakat silahkan mendaftar kapan saja. Kalo Perlu anak-anak yang masih kecil, bagi mereka yang memiliki dana silahkan didaftarkan. Karena pendaftar di Maros sudah mencapai 6 ribu orang, sementara kuota haji Maros pertahun sekitar 300 orang.

Terakhir keempat, Ka.Kemenag meminta jajaran Kementerian Agama Maros memberikan pelayanan maksimal kepada masyarakat. Jangan sampai ada yang merasa kurang puas dan jengkel dengan pelayanan kita. "Jangan cuma hak yang dituntut tapi kewajiban dilalaikan. Kalau ada anak didik Kita yang tidak bisa baca Al-Quran, maka yang paling bertanggung jawab dan menanggung dosanya adalah guru Pais sertifikasi", kata beliau. Para hadirin bertepuk tangan mendengarkan paparan Beliau.